Posted by: anina on: Maret 14, 2009
Dulu
ditanya tentang nikah. jawabnya, kepikir ke arah sana aja belum.
tar aja selese kuliah. tar aja setelah kerja. tar aja setelah diangkat jadi kartap. tar aja klo udah beli rumah dan mobil. tar aja, tar aja, tar aja sampe keburu mati .
aku berpikir
nikah itu ribet ih.
tar pasti sharing salary. aku belum siap mau untuk berbagi. lebih tepatnya ga rela. secaraa aku yang capek kerja dia yang ikut menikmati hasilnya
butuh biaya banyak pula.. urus ini, urus itu, pusing
aku nggak percaya at all sama artikel² pernikahan yang isinya hanya merah jambu dan happy ending.
pernikahan ga selamanya mulus² aja kan. kalo suatu saat terjadi sesuatu, pasti nyesel nikah, merasa salah pilih
aku nggak yakin bahwa dia jodohku. iya klo beneran jodoh sampe maut memisahkan.. klo bukan gimana?? cerai gituh?? percum donkk
2 tahun lalu,
anung bilang “mau nikah kapan? setelah ini, setelah itu. dan begitu smua step terlampaui pasti ada “setelah yang lain”. itu lah godaan setan
mbak ikaw bilang “jadi hidup buat apa, kalo nggak buat mengabdi pada Allah. dengan nikah ibadah kita diitung 1 bukan setengah lagi”
ibuku bilang “menikah adalah memulai hidup baru. smuanya dari bawah, sama seperti bayi. merangkak dulu baru mulai belajar jalan. semuanya butuh proses, ga mungkin bisa langsung punya smua, ga mungkin langung enak hidupnya.jalani saja, itulah perjalanan hidup”
bapak bilang “ga perlu takut dan kawatir, semua pasti dicukupkan oleh Allah. buktinya Bapak bisa mengantarkan kamu dan adikmu sampai seperti sekarang ini”
mulai suka baca artikel nikah, tapi masih tetep ragu dengan isinya.
kawatir ga bisa ini
kawatir itu,
takut ga bisa gedein anak sebaik²nya
mulai berpikir.
kalo belum nikah keburu mati gimana? betapa ruginya aku
orang lain aja bisa, masa aku nggak sih..
dan menemukan jawabnya
apapun Allah yang maha tau. jalani saja, usaha dan berdoa. smua Dia yang mengatur dan pasti memberikan yang terbaik untuk kita.
kita tak pernah tau siapa jodoh kita dan sampai kapan kita berjodoh dengannya.
kita tak pernah tau apa yang Allah rencanakan untuk kita, maka kita tak perlu kawatir dengan apa apa yang belum kita lakukan.
serahkan saja smua padaNya. Dia yang paling mengerti apa yang terbaik untuk kita.
akhirnya
kami menikah juga. dengan status yang masih anak kuliahan dan kuli otsos, belum punya rumah dan untungnya belum mati.
Sekarang,
aku yakin sekali dengan artikel² pernikahan yang pernah kubaca. ternyata memang benar, nikah mendatangkan rezeki sesuai janjiNya. “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur (24) : 32)”
dan semakin menyadari, rezeki bukan hanya uang. masih ada yang lain seperti kesehatan, kebagiaaan, dan yang lainnya.
alhamdulillah aku menikah.
alhamdulillah masih berjodoh dengannya, smoga sampe akhirat ya Yah.
apa yang kami miliki saat ini, sudah merupakan bukti bahwa Allah akan mencukupkan orang² yang menikah.
Salam kenal.. sip..sip.. aku jga ketemu sama misoa juga gara-gara pengen punya dedek, tapi karena dedek belum ada kita bikin baju buat dia, namanya alitkids.. lucu2 udah hamil 2bulan ni, barusan nikah… aku berguru padamu ya sis
Maret 17, 2009 pada 1:48 pm
Syiieepp…!
Tmbah bkin termotivasi buat “brgkt” nih, mbak… ^_^
Doakeun, yaa…..